Hukum

Teror Bom Molotov, Polisi Selidiki Jalur Komunikasi Hingga Sidik Jari

PUBLIKSATU.COM – Polisi memeriksa aktivitas selama sepekan di kediaman Wakil Ketua KPK Laode M Syarif pascateror bom molotov. Mereka melakukan analisa melalui rekaman CCTV di sekitar lokasi.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, setelah menemukan petunjuk dari rekaman CCTV itu, pihaknya akan menelusuri jalur telekomunikasi di area tersebut.

Tentu untuk menelusurinya, mereka bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika dan pihak provider. “Siapa yang berkomunikasi dalam satu pekan di areal itu, yang sangat intens, itu akan kami analisa juga,” ujarnya di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Jumat (11/1).

Jika sudah mendapatkan siapa saja yang intens melakukan komunikasi mencurigakan di area tersebut, polisi akan menganalisa kembali satu per satu.

“Kalau sudah betul-betul kuat dan lengkap, baru penyidik, tim, berani melakukan suatu upaya paksa biar kami nggak ragu-ragu di lapangan,” tutur Dedi.

Selain menganalisa rekaman CCTV dan jalur komunikasi, pihaknya juga akan menganalisa sidik jari yang ditemukan di botol berisi spirtus itu. Termasuk pada botol yang sudah pecah.

Dari sidik jari tersebut akan diidentifikasi siapa-siapa saja yang pernah memegang botol itu. “Kalau ciri-ciri sidik jarinya orang tersebut memiliki KTP elektronik, itu langsung terkoneksi. Orang itu pasti langsung berhasil diidentifikasi oleh inafis,” pungkas Dedi.

Topik
Lagi

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker