Baubau

Tersangka Ditembak, 11 Unit Sepeda Motor Curian Ditemukan

PUBLIKSATU.COM, BAUBAU – Aparat Polres Baubau menangkap Sahrun. Pria berusia 29 tahun itu disangka sebagai otak pencurian sepeda motor dalam kurun waktu Mei hingga Agustus 2019.

Tukang ojek yang biasa mangkal di depan kampus Unidayan itu diamankan di Kabupaten Buton Tengah (Buteng) tiga hari lalu, Senin (26/8). Polisi juga terpaksa menembak betis kirinya.

“Karena tersangka berusaha mengelabui petugas tidak kooperatif dalam pengembangan,” kata Kasat Reskrim Polres Baubau, AKP Ronald Arron Maramis saat konferensi pers, Rabu (28/8).

Hasil pengembangan, tutur dia, pihaknya berhasil mengungkap dan menyita barang bukti berupa 11 unit sepeda motor yang diduga hasil curian tersangka. “Semuanya Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Kota Baubau,” ujar perwira tiga balak ini.

Dari 11 unit itu, ulas dia, delapan diantaranya sudah ada korban atau pemilik yang membuat laporan polisi. “TKP-nya antara lain Jln Langkariri, Kelurahan Bonebone, Jln Sipanjonga, depan kampus UMB dan Jln Wolter Monginsidi,” urainya.

Sedangkan tiga unit lainnya, terang dia, merupakan sepeda motor yang dicuri di depan kantor Adira Finance, depan SMK Negeri 3 Baubau, dan depan mini market MGM. “Kalau ada orang yang merasa kehilangan di tiga TKP itu agar segera melaporkan di Sat Reskrim Polres Baubau,” tukasnya.

Menurut dia, tersangka dalam melancarkan aksinya menggunakan dua modus operandi. Pertama, mengambil kunci sepeda motor terparkir yang tidak dicabut pemiliknya. Kunci tersebut kemudian disembunyikan selama dua hari.

“Modus kedua yaitu mencoba kunci sendiri ke motor-motor terparkir. Kalau kunci itu masuk, maka langsung dibawa kabur tersangka,” imbuhnya.

Dia mengatakan, tersangka sudah menjual sebagian sepeda motor itu seharga Rp 4 juta hingga Rp 6 juta kepada kenalan di Buteng. Saat menawarkan ke calon pembeli, tersangka mengaku sepeda motor tersebut dari luar Sultra yang sudah hilang surat-suratnya.

“Hasil penjualannya itu dipakai foya-foya. Jadi, sepeda motor ini ada yang sudah sempat dijual dan yang kita amankan dari tersangka,” tandas Arron.

Ia mengaku tersangka menjalankan aksinya sendiri atau tunggal. Perbuatannya dijerat pasal 362 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara.

“Tersangka ini bukan residivis, tapi pemain baru. Sejak hari ini(kemarin, red) mulai kita tahan,” tambah dia.(exa)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker