Baubau

Tidak Dapat Izin Menjual di Wameo, Pedagang Ikan dari Luar Daerah Mengeluh

PUBLIKSATU.COM, BAUBAU – Sejumlah pedagang ikan yang berasal dari luar Kota Baubau mengeluh lantaran ikannya tidak laku terjual di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Wameo, Selasa (21/01/2020)

Puluhan pedagang yang berasal dari kabupaten Buton Selatan dan Kabupaten Buton ini akhirnya pasrah jika ikannya akan membusuk di tempat tersebut.

Pasalnya, kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah Kota Baubau terhadap pedagang Ikan dari luar kota hanya boleh melakukan pembongkaran di pasar wameo tersebut dinilai sangat merugikan pedagang dari luar kota.

“Kita mau apa, kita jauh-jauh ke sini hanya untuk cari makan padahal ada aturan lagi dari pemerintah tidak boleh kita jualan di pasar, kita hanya bisa bongkar ikan di pelelangan, jadi sisa-sisa ikan yang tidak di beli papalele kalau tidak laku yah kita buang, karena kalau di bawah pulang juga sudah layu di jalan,” ungkap salah seorang pedagang yang berasal dari Buton selatan yang tak ingin disebutkan namanya.

Keluhan pedagang ini telah di rasakan sejak tiga hari yang lalu setelah kebijakan dari pemkota itu mulai berjalan.

“Kami sudah tiga hari begini, tapi hari ini parah sekali ikan kami tidak laku kalau ada juga papalele yang tawar harga satu jumbo dari dua ratus ditawar seratus tujuh puluh kalau kita tidak kasih mereka hanya kasih tahu kita kalau begitu bawa pulang ikan mu di kampung,” keluhnya.

“Kami minta solusi dari pihak pemerintah Kota Baubau bagaimana solusi kami pedagang kecil dari luar daerah ini, kami memang di suruh berjualan di dalam pasar ikan tapi dari kepala pasar tidak mengizinkan kami ke dalam,” Sambungnya

Sementara itu, salah seorang pedagang yang berasal dari Takimpo kecamatan Pasar Wajo Kabupaten Buton juga mengungkapkan keluhannya.

“Kalau tidak laku yah kita buang, mau di apa kalau kita tidak bisa bongkar muatan ikan ini di nugraha sedangkan kita ini bongkarnya di pasar nugraha,” ujarnya.

“Kita disuruh bongkar di tempat pelelangan sedangkan pelelangan saja ini tidak buka,” ucapnya. (Po1)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker