Wakatobi

Tiga Pulau di Wakatobi Ini Jadi Target Proyek Air Bersih

BUTONPOS.COM, WAKATOBI – Tahun 2017 ini program air minum perkotaan baru dinikmati warga Desa Tindoi Timur, Kecamatan Wangiwangi. Tahun depan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wakatobi akan fokus pada tiga pulau, yakni Kaledupa, Tomia, dan Binongko.

Dikutip dari kendaripos.co.id, Bupati Wakatobi, H. Arhawi, mengakui, belum semua warga mendapatkan bantuan melalui program air minum perkotaan itu.

“Tahun 2018 mendatang kita akan fokuskan pada tiga pulau lainnya, yakni Kaledupa, Tomia, dan Binongko,” ujar Arhawi saat meresmikan penggunaan air minum perkotaan di Desa Tindoi Timur Kecamatan Wangiwangi, Senin (18/12).

Ketua KONI Wakatobi ini menambahkan, penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsismas) ini merupakan program Presiden RI, Ir. Joko Widodo. Targetnya, tahun 2020 mendatang, seluruh permasalahan air bersih telah tuntas.

Di tempat yang sama, Direktur PDAM Kabupaten Wakatobi, Subardin Bau, menjelaskan, dari 25 desa, ada 500 sambungan rumah (SR) yang menerima program tersebut. Di Kecamatan Wangiwangi Selatan diperuntukkan pada 16 desa. “Dan lima desa yang ada di Kecamatan Wangiwangi Selatan serta empat desa ada di Tomia,” jelasnya.

Sementara itu, persoalan jaringan pipa di Kecamatan Wangiwangi Selatan kata dia, telah selesai. Hanya, ada beberapa desa yang belum tuntas dan menjadi fokus penyelesaian pada tahun depan. “Jadi, 2018 mendatang, desa-desa yang belum tuntas terkait masalah ini khususnya yang ada di Kecamatan Wangiwangi akan kita selesaikan,” tandas Subardin.

Sekedar diketahui, program air minum perkotaan itu merupakan program Pemerintah Pusat. Ditargetkan, hingga 2020 nanti Pemerintah Pusat mengupayakan 15 ribu desa mendapatkan akses air bersih.

Target tersebut akan digodok oleh lima kementerian yang tergabung dalam program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas III).

Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) Anita Firmanti mengatakan, pada 2017, penyediaan air minum dan sanitasi telah dilaksanakan di 4.583 desa.

Dia menambahkan, 2018 sampai 2020, proyek tersebut akan dilanjutkan guna mencapai 15 ribu desa dengan target 12 juta jiwa yang akan diberikan manfaat.

“Program ini akan menyasar pada masyarakat desa yang membutuhkan akses air minum dan sanitasi,” kata Anita dalam Rapat Koordinasi Pamsimas III di Aula Kemen PUPR, Jakarta Selatan, Selasa (19/12).

Anita menjelaskan, program yang digagas sejak 2008 itu, sebenarnya telah menjangkau 12 ribu desa dan memberikan manfaat akses air minum untuk 10,3 juta jiwa. Sedangkan sanitasinya memberikan manfaat 10,6 juta jiwa.
“Tentu saja saya kira program ini peningkatan akses air minum dan sanitasi yang kami inginkan peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia, dengan air minum dan sanitasi layak masyarakat akan hidup lebih sehat,” sambungnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Cipta Karya Kemen PUPR Sri Hartoyo menambahkan, pihaknya menganggarkan Rp 300 juta per desa dalam menyediakan akses air bersih dan sanitasi.

“Ini upaya kami dalam meningakatan pola hidup bersih terutama memanfaatkan sarana sanitasi,” kata Cipta.

Dalam program Pamsimas III ini, sebanyak lima institusi setingkat kementerian terlibat, yaitu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Pedesaan dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas), dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). (kp/jpnn)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker