Buton

Tiga Tarian Bakal Meriahkan Festival Budaya Tua Buton, Sebanyak 2019 Talam Disiapkan

PUBLIKSATU.COM,BUTON – Pemerintah Kabupaten Buton tengah melakukan pembahasan tentang persiapan menyongsong penyelenggaraan event Festival Budaya Tua Buton 2019.

Rencananya event yang bertemakan Budaya Tua Buton dan Masa Depan ini bakal digelar selama lima hari, dimulai 19-24 Agustus mendatang.

Plt Kapala Dinas Kebudayaan, La Ode Syamsuddin menyebutkan perihal agenda kegiatan Festival Budaya Tua Buton kali ini, ada Pekande-kandea. Dalam acara tersebut ada sebanyak 2019 talam beserta makan khas Buton dihidangkan.

“kita rencanakan itu jumlah talam itu ada 2019 dengan pendekatan tahun 2019. Karena tahun lalu juga kita tahun lalu 2018 dengan pendekatan 2018. Ini untuk menjadi memori masyarakat kita pada tahun-tahun yang akan datang, bahwa Festival Budaya Tua ini kita mulai dari tahun sekian,” ujar dia saat pembahasan persiapan pelaksanaan kegiatan festival pesona Budaya Tua Buton ke VII tahun 2019 di aula kantor Bupati Buton, Lantai 2, kompleks perkantoran, Rabu (17/7/2019).

Selain hidangan makanan 2019 talang, ada juga acara Posuo massal. Acara ini, sebanyak 219 gadis yang ada di Kabupaten Buton bakal di pingit.

Lalu, resepsi Tandaki sebanyak 219 anak serta prosesi Pedole-dole sebanyak 219 Balita.

“Pasarwajo 80 orang, dan Wolowa, Siotapina, Lasalimu Selatan, Lasalimu, Kapuntori masing-masing 20 peserta serta Wabula bakal pertimbangkan,”ujarnya.

Kemudian, ada juga tarian Kolosal. Kata dia, tarian ini akan ditampilkan oleh 5 ribu penari. Diantaranya, 2 ribu siswa SD yang akan menarikan tarian Ponare. 1500 Siswa dan Siswi SMP menarikan tarian Padenda. Serta sebanyak 1.500 Siswa dan Siswi SMA dan SMK membawakan tarian Alionda.

Selain itu, kata dia nantinya sejumlah lombah juga bakal diselenggarakan Dinas Kebudayaan dalam acara tersebut. Diantara, lombah dayung, Seni bela diri dan Permainan rakyat.

Syamsuddin menjelakan untuk seni bela diri dalam lombah itu yang menjadi penilaian yakni Kaida atau bunga

“Seni bela diri Ini bukan silat komite ini silat. Kalau di dalam dunia silat itu. Kaida. Jadi yang dipertunjukan itu kaidanya. Bunga kalau kita bilang disini ada Langkaboea,” ujarnya.

Sedangkan untuk jenis lombah permainan rakyat yang melibatkan pelajar SMP dan SD ini. Diantaranya, ada Bakeat, Lari tempurung, Endrang serta Ase.

“Kemungkina besar pemenangnya itu kita akan kirim ke pekan kebudayaan nasional terkait dengan perlombaan anak ini,” ujarnya.

Tidak hanya itu, dalam memeriahkan festival ini pihaknya menyelenggarakan Karnaval Budaya.

“Karnaval budaya ini pesertanya itu dari siswa/siswi SMP, SD, Mungkin termasuk PAUD. Dan tentu saja untuk meramaikan kita tambah dengan OPD dengan lembaga vertikal serta Kecamatan,” pungkasnya. (Mo1)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker