Baubau

Tim Internalisasi Telusuri Mafia BBM di Baubau

PUBLIKSATU.COM, BAUBAU – Tim Internalisasi berencana akan terjun ke lapangan untuk memantau langsung penyebab kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Baubau. Permainan mafia ditengarai menjadi salah satu penyebabnya.

Langkah tersebut menindaklanjuti hasil rapat tim Internaliaasi BBM yang beranggotakan beberapa elemen instansi antara lain Pemerintah Kota (Pemkot), Kepolisian, TNI, Depot Pertamina, dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di ruang rapat Kantor Wali Kota Baubau, Senin (1/4).

“Tindak lanjut dari rapat ini kita akan turun ke lapangan dengan instansi terkait untuk memantau langsung penyebab dari kelangkaan BBM,” ungkap Asisten II Setda Baubau, Sumarto Lanae dikonfirmasi usai memimpin rapat koordinasi Tim Internalisasi BBM Kota Baubau.

Ia mengungkapkan, kelangkaan BBM yang paling banyak dikeluhkan adalah jenis minyak tanah dan premium. Masyarakat merasa semakin sulit memperoleh dua jenis BBM subsidi tersebut.

Padahal menurut laporan terminal atau depot Pertamina, kata dia, BBM yang disalurkan ke SPBU atau agen selalu sudah sesuai kuota. Namun, kenyataan di lapangan, masyarakat kerap mendapat situasi BBM habis dalam tempo singkat.

“Tidak menutup kemungkinan ini bukan masyarakat sebagai pengguna subsidi yang menerimanya. Tapi, justru pengusaha atau penadah atau siluman yang memborong. Bisa saja ini terjadi mafia kecil-kecilan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, SPBU mengungkap bahwa ada kendaraan tertentu mengisi premium alias bensin secara berulang-ulang. Cara ini dicurigai sebagai modus mafia untuk menampung BBM.

“Pengisian berulang-ulang itu bisa saja, tapi kalau baru jalan satu kilo, habis satu tangki, ini perlu dicurigai. Makanya tadi saya sampaikan (dalam rapat) ke SPBU coba nanti dicatat nomor plat kendaraan itu,” imbuhnya.

Selain itu, terang dia, pihaknya juga meminta SPBU atau Pertamina membuat laporan. “Tanpa ada laporan dari pihak SPBU, kita akan anggap saja normal-normal pengisian disana,” ulasnya.

Sumarto menegaskan, begitu pun minyak tanah, pihaknya juga mencurigai ada oknum-oknum tertentu yang memborong di pangkalan. Pemborong tersebut kemudian menjual kembali untuk mendapatkan keuntungan.

“Kalau ada ditemukan atau ketahui seperti ini, kita beri peringatan dulu. Kalau sudah berulang kali tetap melakukan, maka bisa dipidanakan,” tandasnya. (exa)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker