Sultra

Tim Pengacara Muhammadiyah Kawal Kasus Randi

PUBLIKSATU.COM, KENDARI – Orang tua Almarhum Imawan Randi korban penembakan dalam aksi damai, Kamis (26/9) lalu, sepakat dikawal pihak Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Kendari.

Kesepakatan antara orang tua korban Almarhum Imawan Randi, tersebut, disampaikan langsung Ketua Tim Pengacara LKBH Fakultas Hukum Muhammadiyah Kendari, Sukdar SH saat ditemui wartawan, Rabu (2/10).

“Kemarin, pada tanggal 28 September 2019 pihak keluarga telah mengamanahkan atau memberikan kuasa kepada kami sebagai tim kuasa hukum Muhammadiyah untuk mengawal kasus yang menimpa Almarhum Randi pada saat aksi damai di Kantor DPRD Sultra beberapa waktu lalu,” jelas Sukdar.

Usai menerima kuasa dari pihak keluarga korban, Sukdar mengatakan, langkah pertama yang ditempuh, yaitu membangun komunikasi dengan pihak-pihak yang mengetahui objek perkara, khususnya para saksi.

“Pengrusus Pusat (PP) Muhammadiyah dari awal setelah jatuhnya korban, telah mengambil sikap dan desakan agar pengusutan ini segera dilakukan. Tindak lanjut atas itu, bentuknya atas permintaan dari sembilan orang Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Sultra,” tandasnya.

Kemudian lanjutnya, terkait belum adanya kejelasan siapa pelaku penembakan, pihaknya tetap dalam posisi mendesak agar kasus ini secepatnya bisa dapat diungkap.

“Kami tetap mendesak dan memberikan tenggang waktu tentang pengungkapan kasus ini, karena perkaranya ini masih terus berjalan. Karena untuk tindak pidana itu memang ada tenggang waktu dan proses penyidikan itu dapat ditentukan berdasarkan UU, tapi untuk diposisi belum ditemukannya pelaku itu tidak ada tenggang waktu dan desakan kami itu, serta kami mendesak tim investigasi yang dibentuk oleh Mabes Polri ini memberikan kejelasan terhadap hasil-hasil investigasi,” tegasnya.

Karena kata Sukdar, ini berdasarkan instruksi PP Muhammadiyah untuk fokus kepada kasus penembakan Randi pada aksi damai 26 September 2019. Namun tidak menutup kemungkinan, jika pihak keluarga mau didampingi oleh tim LKBH Fakultas Hukum Univeristas Muhammadiyah, maka pihaknya bakal memfasilitasi soal pendampingan hukum.

“Dimana jika keluarga almarhum Yusuf datang atau ada komunikasi yang dapat dibangun, kami dapat mendapimpingi kedua-keduanya,” tukas dia.

Ia menjelaskan bahwa hari ini (3/10) ada agenda pemeriksaan saksi kasus Randi di Subdit III Diskrimum Polda jam 9 pagi. Dimana kedua saksi kasus Randi tersebut terdiri dari saksi pihak keluarga Randi dan saksi dari pihak rekan mahasiswa korban.

“Saksinya itu mahasiswa UHO juga kebetulan sahabatnya, kedua dari pihak keluarga korban yang melaporkan malam itu di Polda Sultra sebelum dilakukan otopsi terhadap korban kemarin,” tukasnya.

Namun menurut dia, dua saksi yang bakal diperiksa penyidik Polda itu tidak menutupkan kemungkinan saksi-saksi lainnya muncul seiring perkara ini berjalan. “Saat ini baru dua orang, tapi ini akan berkembang dengan berjalannya perkara,” ungkapnya.

Mengenai nama saksi, pihaknya belum bisa menyampaiakan karena ini berhubungan dengan keluarga korban serta ini merupakan hal standar dari advokad. “Kami hanya fokus terhadap pendampingan hukum terhadap keluarga korban. Dimana sekarang fokus kami itu mendapimpingi saksi – saksi yang akan diperiksa dan juga pakaian Randi yang kami akan serahkan,” ulasnya.

Sedangkan, tambah Sukdar SH, terkait adanya lembaga, dalam hal ini pengacara di Kendari membentuk tim pengacara pendapingan kasus Randi, pihaknya sangat mengapresiasi soal itu. “Kami dari LKBH UMK Kendari sangat mengapresiasi atas kepedulian teman-teman pengacara untuk mendapimpi atau mengawal kasus Randi,” tutupnya. (m1)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker