Buteng

Tim Wasev Mabes TNI Nilai TMMD 103 di Buteng Sudah Berjalan Baik

PUBLIKSATU.COM, BUTON TENGAH – Tim Pengawas dan Evaluasi (Wasev) Markas Besar (Mabes) TNI, menilai program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103 tahun 2018 di Kabupaten Buton Tengah (Buteng) yang sudah berlangsung selama 24 hari sudah berjalan dengan baik dan lancar.

Penilaian Tim Wasev yang dipimpin Inspektur Perbendaharaan (Irben) Inspektur Jenderal Angkatan Darat (Itjenad), Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Abdul Rahman Made SIP, diawali dengan mendengarkan pemaparan Dandim 1413 Buton Letkol Infanteri Davy Darma Putra selaku Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMDD 103 Kabupaten Buteng, di aula kantor bupati, Kamis (8/11/2018).

Dalam pemaparan yang dihadiri Bupati Buteng H Samahuddin, Wakil Bupati Kapten Inf (Purn) La Ntau, Sekab Buteng La Ode Hasimin, para Kepala OPD, dan tokoh masyarakat tempat pelaksanaan kegiatan TMMD, Davy Darma Putra melaporkan capaian kegiatan fisik dan non fisik yang sudah dilaksanakan selama 24 hari.

Untuk membuktikan realisasi laporan tersebut, Tim Wasev bersama bupati dan jajarannya kemudian turun ke lapangan meninjau sasaran kegiatan TMMD, apakah sudah sesuai dengan progres atau tidak. Sasaran kegiatan yang pertama ditinjau adalah rehab pembangunan masjid Al-Miftahul Jannah di Desa Mone, Kecamatan Lakudo.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Wasev Brigjen TNI Abdul Rahman Made melakukan testimoni dan wawancara kepada pengurus masjid selama Satgas TMMD merehab masjid tersebut. Bagaimana kerja mereka, keterlibatan masyarakat, dan harapan-harapannya kepada TNI dan pemerintah daerah.

Tak jauh dari lokasi tersebut, dilaksanakan kegiatan penyuluhan Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) yang merupakan kegiatan non fisik TMMD di Gedung Sanggar Seni Desa Mone. Ketua Tim Wasev berkesempatan memberikan pengarahan kepada peserta penyuluhan KDRT yang kebanyakan dihadiri ibu-ibu,

Kepada para pemuda di desa itu, ia juga menyerahkan bantuan kelengkapan olahraga bersama bupati di lapangan olahraga tak jauh dari Gedung Sanggar Seni. Selanjutnya, bersama rombongan meninjau lagi sasaran kegiatan di desa tersebut yakni pembuatan deker saluran got yang mengarah langsung ke laut.

Di tempat tersebut, sang jenderal juga menggali informasi dari masyarakat langsung dengan melakukan wawancara. Kembali ia menanyakan kinerja Satgas TMMD menyelesaikan pekerjaannya, bagaimana keterlibatan masyarakat, kendala yang dihadapi, dan harapan-harapan mereka kepada TNI.

Setelah itu, berkunjung langsung di beberapa rumah keluarga asuh yang merupakan tempat tinggal para Satgas TMMD di Desa Teluk Lasongko. Jenderal bintang satu itu menyempatkan diri ngobrol santai dengan pemilik rumah atau orang tua asuh. Dari mereka ia menggali perangai dan sikap Satgas TMMD, keakraban mereka, hingga urusan dapur.

Puas dengan keterangan yang diberikan para orang tua asuh, Ketua Tim Wasev kemudian meninjau lagi kegiatan fisik lainnya yakni pembuatan deker di Desa Teluk Lasongko. Lagi-lagi ia mewawancarai masyarakat setempat untuk menilai kerja Satgas TMMD.

Ketua Tim Wasev Mabes TNI Abdul Rahman Made menberikan sumbangan perlengkapan olahraga TMMD kepada Kades Mone

Kegiatan fisik terakhir yang ditinjaunya adalah pembukaan jalan baru Labungkari-Watulea (Simpangan Lakapera). Sebelum menelusuri jalan sepanjang 2.600 meter atau 2,6 kilometer dan lebar 15 meter itu, jenderal asal Desa Walengkabola, Kabupaten Muna tersebut terlebih dahulu mewawancarai warga setempat seperti halnya di sasaran kegiatan sebelumnya.

Usai meninjau pembukaan jalan baru dari titik nol Labungkari hingga titik finish di pertigaan Lakapera, Ketua Tim Wasev dan rombongan kemudian menuju Lapangan J Wayong Lombe untuk memberikan pengarahan kepada seluruh Satgas TMMD ke-103 yang terdiri dari unsur TNI dan Polri.

Tepat pukul 14.00 wita, pengarahan berakhir dan dilanjutkan dengan meninjau Posko TMMD ke-103 di Lombe, tepatnya di Rujab Camat Gu yang belum lama dibangun. Tak lama kemudian berbalik menuju Rujab bupati di Lakudo untuk istrahat dan makan siang.

“Setelah tadi pagi mendengarkan pemaparan Dansatgas TMMD ke-103 di aula kantor bupati

kemudian kami tindaklanjuti di lapangan untuk mencocokan perencanaan dan realisasi dengan memperhatikan standar kegiatan fisik yang sudah ditentukan besteknya, secara umum kami nilai sudah baik,” ungkap Brigjen Abdul Rahman Made pada saat sesi wawancara dengan sejumlah media.

Dari empat sasaran kegiatan fisik, baru dua yang sudah selesai 100 persen, yakni pembuatan deker di Desa Mone dan Desa Teluk Lasongko. Sementara, rehab masjid di Desa Mone tinggal finishing dan pembukaan jalan baru Labungkari-Watulea (Simpangan Lakapera) tinggal penimbunan.

“Mudah-mudahan waktu tersisa sebelum penutupan TMMD 103 pada 13 November nanti, sudah bisa selesai 100 persen. Saya sudah konfirmasi pada Dandim selaku Dansatgas TMMD, dalam memanfaatkan waktu tersisa ini akan menambah jam kerja dan menambah alat untuk pembukaan jalan baru, sehingga bisa selesai sesuai target,” terangnya.

Terkait penilaiannya di beberapa keluarga asuh yang dikunjunginya, ia mengaku sudah sesuai dengan yang diharapkan dalam program TMMD. “Mereka merasa bangga rumahnya ditempati TNI dan mengaku tidak terbebani. Kita harapkan komunikasi orang tua asuh dengan Satgas TMMD ini terus berlangsung dengan baik, meskipun sudah meninggalkan Buteng nanti,” harapnya.

Sementara itu, Bupati Buteng H Samahuddin mengucapkan terima kasih kepada TNI karena Kabupaten Buteng tahun ini dijadikan sebagai sasaran program TMMD. Utamanya membantu pembukaan jalan baru Labungkari-Watulea (Simpangan Lakapera).

“Jalan provinsi dari Labungkari menuju Lombe Kecamatan Gu sudah padat dan lebarnya sudah tidak memungkinkan, utamanya yang melewati pasar Lombe. Sehingga untuk mengatasi itu, kita buka jalan baru dari labungkari menuju Lakapera dengan lebar 15 meter. Nantinya, truk-truk akan diarahkan melewati jalan alternatif itu,” tuturnya.

Belum lama ini, dirinya sudah berkonsultasi dengan Dinas PU Provinsi Sultra agar jalan Labungkari-Lakapera yang dikerjakan TMMD ini dijadikan jalan provinsi dan jalan provinsi Labungkari-Lombe jadi jalan kabupaten. Dengan catatan, jalan Labungkari-Lakapera diaspal selebar 15 meter.

“Dinas PU provinsi sudah saya konsultasikan dan tinggal menghadap lagi sama Pak Gubernur untuk meminta persetujuannya. Kalau sudah oke, jalan yang dikerjakan TMMD ini akan kita kasih nama jalan SamaTau, Samahuddin-La Ntau,” cetusnya.

Sebelumnya, Dandim 1413 Buton Letkol Infanteri Davy Darma Putra mengatakan, program TMMD 103 di Kabupaten Buteng ada dua sasaran kegiatan, yakni kegiatan fisik dan non fisik. Kegiatan fisik berupa pembukaan jalan baru Labungkari-Lakapera sepanjang 2,6 KM dan lebar 15 meter, rehab masjid di Desa Mone, dan pembuatan dua unit deker di Desa Mone dan Desa Teluk Lasongko Kecamatan Lakudo.

“Untuk kegiatan non fisik berupa penyuluhan, bukan hanya TNI saja yang laksanakan tetapi melibatkan juga Polri dan instansi terkait. Kita hanya penyuluhan wawasan kebangsaan, bela negara, dan cinta tanah air,” tuturnya.

Sementara penyuluhan radikalisme atau menangkal teroris dari pihak Kepolisian, penyuluhan HIV/AIDS dan kesehatan lainnya dari Dinas Kesehatan, Narkoba dari BNN, penyuluhan pertanian dari Dinas Pertanian, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dari Dinas Sosial, penyuluhan kependudukan dari Dinas Dukcapil.(uzi)

Topik
Lagi

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker