Busel

Tutup Tahun, Pemkab Busel Gelar Istigasah

BUTONPOS.COM, BATAUGA – Pemerintah Kabupaten Busel memperingati maulid Nabi Muhammad SAW. Acara ini dirangkaikan dengan istigasah akbar akhir tahun 2017 Masehi yang digelar di Lapangan Lakarada, Jumat (29/12) sore.

Tema maulid dan istigasah ini kerja spektakuler meneladani Rasulullah SAW.
Peringatan maulid ini dirangkaikan dengan Istigasah serta mendoakan bangsa ini khusunya Kabupaten Buton Selatan agar terhindar dari permasalahan. Meski duduk dengan alas tikar terpal dan di bawah terik matahari, ratusan warga dan undangan tetap khusyuk berdoa.

Kepala Kantor Kemenag Busel, H Muhammad Saleh mengatakan, ada dua penting dalam kegiatan ini. Pertama hal yang direfleksikan perjalanan teladan hidup Nabi Muhammad. Kedua perjalanan manusia tahun 2017 sebelum mengawali tahun 2018.

Kata dia, umat manusia sudah memilki kontrak dengan Allah SWT. Karena itu dengan berakhirnya tahun 2017 ini maka jatah umur kita berkurang satu tahun.

“Kita semua sudah memilki kontrak dengan Allah SWT. Karena itu jatah umur hidup kita berkurang satu tahun,” ujarnya.

Karena itu, ia mengajak masyarakat mengikuti kegiatan Religius meningkatkan iman dan takwa terus beramal meneladani suri teladan Rasulullah SAW dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu ia berharap kedepan kegiatan keagamaan seperti ini terus dikembangkan dan ditingkatkan.

Istigosah melantunkan salawat, tahlil tahmid ini diikuti ratusan undangan yang dipimpin ustadzah atau penceramah nasional Hj Dewi Ani Endriyanti. Dimeriahkan lantunan lagu syar’i dari Bayt El Hikmah yakni Faradillah vocal sekaligus keyboard, Hj Hayatun Hufus sebagai fokal, Ilvi Zakiah vokal. Selain itu lantunan ayat suci Alquran oleh Qoriah juara 1 STQ nasional 2017 Nafisah Almas. Juga hadir dari Gus Ali Al Yusuf dari Surabaya.

Bupati Busel, Agus Feisal Hidayat menyatakan, lantunan ayat suci, salawat laksana air yang mengalir di padang pasir. Karena yang tidak begitu sering didengarkan dan di lantunkan. Ia berkomitmen kegiatan sepeti ini menjadi kegiatan religi sepeti saat ini akan ditingkatkan tahun mendatang.

Setiap ujung tahun akan dilaksanakan dengan istighosah. Ia berkamitmen tiap tahun dalam masa kepemimpinannya akan terus melakukan Istighosah dan acara kegiatan keagamaan.

Ia juga mengaku mendengarkan lantunan ayat-ayat Hafidzah STQ juara 1 menetaskan air mata. Kegiatan secara Islam bisa dikembangkan apalagi di Busel merupakan pintu gerbang masuknya Islam dari Busel. Sehingga ini menjadi inspirasi agar kisah perjalanan negeri ini tercermin dari masyarakat.

Ia berkomitmen tahun depan akan bekerja secara profesional mewujudkan program kesejahteraan masyarakat. Ditahun selama kepemimpinan nya juga tiap akhir tahun tidak akan merayakan bakar kembang api.

Hari lahirnya Busel baru akan diramaikan dengan kegiatan budaya merayakan hari jadi Busel. Hari jadi nanti akan menjadi refleksi masa kepemimpinannya. “Dihari jadi Busel nanti juga menjadi momentum refleksi dalam kepemimpinan kami, Janji apa yang belum ditepati, komitmen apa yang belum diwujudkan, nanti ingatkan kami,” ujarnya.

Hadir dalam kegiatan ini Wabub H La Ode Arusani, Sekda La Siambo, sejumlah kepala OKP, pejabat eselon III, sejumlah ASN lingkup Pemkab Busel, ASN Kantor Kementerian Busel, Hadir pula tokoh masyarakat, majelis taklim, jajaran TNI 1413 Buton,jajaran Polres Buton. (aga)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker