Baubau

Umroh Backpaker Plus (2)

Penerbangan Bonus Catatan: Irwansyah Amunu

SANGAT mahal. Pasti dirasakan siapa pun pengguna jasa penerbangan di Indonesia.

Saya salah satunya. Sebelumnya kalau ke Jakarta bisa dapat tiket Rp 1 juta lebih. Namun sekarang naik sampai dua kali lipat.

Bisa dibayangkan, dulu bolak balik Jakarta hanya sekitar Rp 2 juta. Sekarang harus menyiapkan uang hingga Rp 5 juta bahkan lebih.

Getirnya perasaan itu harus saya lewati. Ditambah tiga bulan ini saya tiap bulan ke Jakarta. Tanpa biaya dinas pula. Soalnya istri tugas di Bogor, saya di Baubau.

Seperti Kamis (28/3) lalu. Penerbangan Lion Air ke Jakarta nyaris Rp 3 juta. Sewa tiket Rp 2 juta lebih plus bagasi berbayar nyaris Rp 700 ribu.

Sudah begitu, penerbangan delay pula sekitar dua jam. Memang hari itu cuaca terbilang buruk. Penerbangan pertama dari Baubau biasanya pukul 06.00 molor hingga pukul 07.00 Wita.

Berdasarkan jadwal, pesawat kami penerbangan terakhir. Namun nyatanya kami terbang lebih dulu dibandingkan rute Baubau-Kendari.

Mengangkasa di udara dari Baubau-Makassar sepanjang jalan saya melihat pesawat diliputi awan. Nyaris gelap. Benturan awan dengan badan pesawat terdengar bunyi krek beberapa kali.

Tiba di Makassar, petugas Lion Air di Bandara Hasanuddin mengatakan pesawat saya sudah terbang. Maka dipindahkan di penerbangan lain. Boarding time pukul 14.00 di pintu dua. “Silahkan pak, sedikit lagi boarding time,” ujarnya.

Saya melirik jam tangan yang melingkar di tangan kiri. Betul, waktu sudah pukul 13.50-an. Sontak saya mempercepat langkah. Tiba di pintu dua petugas Lion Air sudah memanggil penumpang. Saya langsung menuju pesawat.

Beda dengan pesawat Baubau-Makassar, rute Makassar-Jakarta menggunakan “kapsul besi” jenis Boeing. Bodinya lebih besar. Saya pikir aman kendati berhadapan dengan cuaca buruk.

Rupanya bayangan saya beda dengan kenyataan. Perjalanan sekitar dua jam dari Makassar-Jakarta hanya sekitar setengah jam cuaca baik. Selebihnya pilot harus berjibaku dengan awan.

Sepanjang perjalanan saya melihat hening. Entah penumpang lainnya sama dengan saya kompak sementara komat-kamit baca doa selamat. Wallahu alam.

Namun demikian, Alhamdulillah pesawat tiba dengan selamat di Bandara Soekarno-Hatta. Dua penerbangan saya lalui Kamis lalu, pilotnya hebat. Dua jempol untuk mereka.

Nah, Jumat (29/3) saya pun sudah membeli tiket Jakarta-Singapura bersama istri, medio bulan lalu. Mulanya tiketnya Lion Air tarifnya sekitar Rp 500 ribu. Saya anggap super murah.

Betapa tidak, tiket penerbangan luar negeri Rp 500 ribu. Durasinya terbilang lama, satu jam empat puluh menit.

Baubau-Makassar, bisa capai Rp 1 juta. Lama penerbangan satu jam. Bandingkan dengan Jakarta-Singapura Rp 500 ribu, waktunya juga lebih panjang.

Mengapa warga Aceh kalau mau ke Jakarta untuk menghemat, harus berbelok ke Penang, Malaysia? Mungkin inilah penyebabnya. Tarifnya lebih murah. Padahal bukan penerbangan domestik, tapi luar negeri.

Mengapa penerbangan ke Singapura saya anggap penerbangan bonus? Karena selain murah, dirubah pula maskapainya dari Lion Air menjadi Batik Air.

Alhasil, harga Lion Air, tapi fasilitas Batik Air.(Follow Instagram: @irwansyahamunu)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker