Baubau

UMU Buton Diresmikan, Tampil Manis ‘Intim’ dengan Mantan Rival

PUBLIKSATU.COM, BAUBAU – Pasangan AS Tamrin dan La Ode Ahmad Monianse sudah menjadi komando Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau. Menariknya, duet Tampil Manis itu kembali bertemu dalam satu forum dengan dua mantan rival dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwali) 2018 lalu.

Dua mantan kompetitornya itu adalah Ibrahim Marsela dan Wa Ode Maasra Manarfa. Ibrahim dan Wa Ode Maasra merupakan sama-sama mantan calon Wali Kota Baubau periode 2018-2023.

Pertemuan tiga kutub kekuatan politik daerah ini berlangsung dalam peresmian kampus Universitas Muslim (UMU) Buton di Gedung Maedani Baubau, Sabtu (6/7). Dalam agenda ini, Wakil Wali Kota Baubau, Monianse mewakili Wali Kota Baubau, AS Tamrin.

Ibrahim Marsela adalah Ketua Yayasan Pendidikan Kepulauan (YAPIK) Buton, lembaga yang menaungi berdirinya UMU Buton. Sedangkan Maasra Manarfa merupakan Ketua Yayasan sebuah perguruan tinggi tertua di Kota Baubau, yakni Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan).

Saat memberikan sambutan, Monianse bahkan sempat mengakui Ibrahim dan Maasra sebagai mentor yang pernah menjabat sebagai Wakil Wali Kota Baubau pada periode sebelum-sebelumnya. Politisi PDIP ini juga berharap kepada perguruan tinggi yang dikelola mantan rivalnya itu bisa memberikan sumbangsih dalam pembangunan daerah.

“Awalnya visi pasangan (Tampil Manis, red), kini menjadi visi daerah yaitu Baubau Maju, Sejahtera, dan Berbudaya ditopang empat pilar, salah satunya Sumber Daya Manusia (SDM). Sehingga, kita berharap kehadiran kampus-kampus dapat berkontribusi buat perwujudan visi dan misi besar kita,” ungkap Monianse menyampaikan harapan AS Tamrin.

Kata dia, Tampil Manis berharap agar UMU Buton dapat menciptakan SDM yang berkualitas dan mengadakan studi-studi kebijakan dan evaluatif untuk disumbangkan ke Pemkot Baubau. Selain itu, UMU Buton diharapkan untuk memantapkan kegiatan pengabdian masyarakat sebagai wujud keberpihakan kepada penduduk miskin.

“Wali kota juga berharap UMU Buton dapat membangun kerja sama antara perguruan tinggi, Pemkot Baubau, dan masyarakat seperti menyangkut penyusunan kebijakan RPJMD dan program-program nasional yang masuk di Kota Baubau. Saya kira semua dapat kita lakukan UMU berkerja sama yang baik dengan Pemkot Baubau,” tandasnya.

Sementara itu, Ibrahim Marsela mengatakan, saat ini UMU Buton sudah memiliki 186 dosen profesional yang siap mengajar. Setiap tenaga pengajar tersebut memiliki disiplin ilmu yang linear dengan delapan program studi (Prodi) yang ada.

“Kita juga sudah membentuk tim yang akan ke sekolah-sekolah mengidentifikasi siswa. Kita berharap satu Prodi minimal ada dua siswa miskin berprestasi masuk di UMU Buton. Kita biayai sampai selesai, sehingga orang tuanya tidak perlu keluarkan uang,” jelas Ibrahim dikonfirmasi usai peresmian UMU Buton.

Selain itu, beber dia, pihaknya juga akan membangun institut Bahasa Inggris di dalam kampus UMU Buton. Targetnya, mahasiswa yang sudah semester IV sudah mampu berkomunikasi dan interaksi pakai Bahasa Inggris. “Sehingga begitu kita lepas, merekae bisa hidup dimana saja di era globalisasi ini,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, ungkap dia, pihaknya juga akan menunjuk direktur perusahaan yang membangun bisnis untuk kampus. Saat ini, sudah ada 60 unit bisnis yang teridentifikasi untuk dikembangkan. Harapannya lima tahun kedepan, kampus tidak lagi berharap pada sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) dari mahasiswa.

Ide yang tak kalah inovatif lainnya lagi, ujar dia, pihaknya akan menggandeng beberapa bank untuk menyediakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi orang tua mahasiswa. Orang tua dapat meminjam modal usaha Rp 1 juta – Rp 25 juta dengan bunga sangat rendah, yakni 0,4 persen per bulan alias 7 persene per tahun.

“Kemudian konsep lain yang akan kita lakukan adalah membentuk institut bisnis di dalam kampus yang khusus membina kewirausahaan mahasiswa. Sehingga, begitu selesai kuliah, dia tidak hanya berorientasi mencari kerja, tetapi bagaimana mendesain untuk menciptakan lapangan kerja,” pungkasnya.

Sekedar informasi, selain diresmikan, UMU Buton juga membuka pendaftaran gratis mahasiswa baru pada hari yang sama di Pantai Kamali. Tercatat, 100 orang mendaftarkan diri di kampus yang beralamat di Jln Betoambari Nomor 146 (depan SMAN 4 Baubau) ini. (exa)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker