Buteng

Wabup Buteng Buka Diklatsar 492 CPNS di Kendari

PUBLIKSATU.COM, KENDARI – Wakil Bupati (Wabup) Buton Tengah (Buteng) Kapten Inf (Purn) La Ntau, secara resmi membuka pendidikan dan latihan dasar (Diklatsar) atau prajabatan 492 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Buteng di Hotel Kubra Kendari, Selasa (8/10/2019).

Pembukaan Diklatsar tersebut turut dihadiri Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Nur Endang Abas dan sejumlah pelatih serta para widya iswara selaku pemateri.

Diklatsar yang difasilitasi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Buteng ini akan dilaksanakan dalam empat gelombang. Gelombang I dimulai 8 Oktober diikuti tiga angkatan sebanyak 120 orang. Gelombang II dimulai 10 Oktober diikuti tiga angkatan sebanyak 120 orang. Gelombang III dimulai 23 Oktober diikuti empat angkatan sebanyak 157 orang. Gelombang IV dimulai 4 November sebanyak 95 orang.

Wabup La Ntau dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada BPSDM Sultra, karena telah memfasilitasi Diklatsar 492 CPNS Buteng, sehingga salah satu program kerja Pemkab Buteng melalui BKPSDM dapat terlaksana.
Untuk itu, ia mewanti-wanti kepada para peserta Diklatsar CPNS untuk mengikuti segala peraturan yang berlaku di BPSDM Sultra.

Wabup La Ntau bersama Kepala BPSDM Sultra Nur Endang Abas dan Kepala BKPSDM Buteng Samrin pada pembukaan Diklatsar 492 CPNS Buteng di Kendari.

“Selama proses pelatihan, peserta harus melepaskan atribut sebagai dokter, guru, atau apapun jabatan beserta gelarnya dan siap untuk dibentuk karakternya selama proses pelatihan. Sehingga, setelah proses pelatihan berakhir benar-benar terbentuk karakter ASN yang mengabdi kepada masyarakat,” harapnya.

Kepada para pelatih, widya iswara, dan nara sumber, orang kedua di Kabupaten Buteng itu menitipkan 492 CPNS Buteng untuk digembleng supaya terbentuk karakter yang baik selama pelatihan. Pasalnya, para peserta pelatihan merupakan generasi milenial yang pada umumnya lebih mengedepankan rasionalisasi ketimbang etika, khususnya etika dalam birokrasi.

“Kami berharap, dengan adanya Diklatsar ini para CPNS Buteng dapat terbentuk menjadi ASN yang bukan hanya cerdas, tetapi berintegritas, loyal, beretika, berkinerja tinggi dan menjunjung tinggi kode etik dan kode perilaku seorang PNS. Kami berharap juga agar peserta dibekali dengan keterampilan-keterampilan yang mendukung mereka dalam melaksanakan tugas dan pelayanan pada masyarakat,” tutur La Ntau.

Tak lupa ia mengingatkan kepada para CPNS agar selalu menjaga sikap, tutur kata, dan perilaku yang baik. Senantiasa menyimak seluruh materi yang diberikan oleh nara sumber dan widya iswara serta mematuhi perintah pelatih dan melaksanakan petunjuk panitia.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Buteng, Samrin, menerangkan masing-masing CPNS mengikuti Diklatsar ini selama 18 hari. Selanjutnya dikembalikan ke unit kerjanya masing-masing selama satu bulan mengerjakan tugas yang diberikan, kemudian kembali mengikuti ujian selama tiga hari.

“Bisa saja dalam mengikuti Diklatsar ini ada CPNS yang tidak lulus. Kalau banyak bolos dan tidak mengikuti proses pembelajaran atau tidak disiplin, sudah pasti tidak akan lulus sebagai PNS,” tandasnya.

Dalam pelaksanaan Diklatsar ini, para CPNS tidak dibebankan biaya satu rupiah pun. Semua ditanggung Pemkab Buteng melalui anggaran Diklatsar atau Prajabatan CPNS sebanyak Rp 4 miliar yang sudah dianggarkan pada APBD Perubahan 2019. Anggaran Rp 4 miliar tersebut akumulasi dari biaya Diklatsar masing-masing CPNS Buteng sebesar Rp 9 juta per orang.(uzi)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker