Butur

Warga Butur Tewas Digigit Buaya

PUBLIKSATU.COM, BUTON UTARA – Konflik satwa-manusia tak kunjung berakhir di Kabupaten Buton Utara (Butur). Catatan Buton Pos, dalam beberapa bulan terakhir, setidaknya sudah dua orang warga Kecamatan Bonegunu yang menjadi korban buaya.

Kasus terbaru terjadi, Senin (8/4) sekitar pukul 13.30 Wita. Korbanya ialah La Sudi warga Kioko.

Lelaki yang berprofesi sebagai petani itu meninggal akibat gigitan Buaya yang terjadi di hulu Kali Kioko Kelurahan Bonegunu.

Meninggalnya seorang warga Kioko akibat digigit Buaya dibenarkan Kapolsek Bonegunu IPDA Sunarton Hafala SH.

Kata dia, saat itu korban bersama beberapa rekannya sedang menonda kayu yang telah dirakit yang rencananya akan dibawa ke kampung dengan melewati Kali Kioko. Saat itu, ketinggian air sebatas lutut orang dewasa.

Dlam perjalan, tiba-tiba muncul seekor buaya dari dalam air dan langsung menerkam korban pada bagian kaki. Alhasil korban jatuh dan terbanting kemudian disusul lagi seekor buaya menerkam dan mengigit korban pada bagian perut dan sekitar kemaluan.

“Beberapa saat kemudian rekannya datang membantu menyelamatkan korban dari terkaman buaya, dengan berusaha menarik tangan korban,” kata Sunarton Hafalan.

Usai diselamtkan, korban pun diangkat menuju pinggir kali dan memeriksa keadaan korban ternyata mengalami luka yang cukup parah di bagian kaki, perut, dan sekitar kemaluan.

“Korban langsung dibawa di rumahnya, namun dalam perjalanan korban meninggal dunia diduga kehabisan darah akibat dari gigitan buaya tersebut,” terang Kapolsek.

Menurutnya, masyarakat yang bermukim di wilayah Kioko, sering melewati Kali Kioko untuk melakukan aktivitas, baik dalam perjalanan menuju kebun maupun mengangkut kayu dengan cara dirakit untuk menuju kampung dengan memanfaatkan aliran kali tersebut.

“Menurut keterangan warga bahwa saat ini sering bermunculan buaya di sekitaran Kali Kioko,” tandasnya. (m7)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker