Wakatobi

Warga Liya Raya Krisis Air Bersih

BUTONPOS.COM, WAKATOBI – Sudah sepekan terakhir, warga di empat desa (Liya Togo, Liya Bahari, Liya Mawi, dan Liya Onemelangka) di Kecamatan Wangiwangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Sultra, mengalami kekurangan air bersih.

Hal ini diakibatkan macetnya aliran air yang disuplai pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Wakatobi.

Dikutip dari rakyatsultra, agar mendapatkan pasokan air bersih untuk keperluan sehari-hari, sejumlah warga terpaksa harus membeli kepada penjual air yang didatangkan dari Mandati Kecamatan Wangiwangi dengan menggunakan mobil tangki.

“Sudah satu minggu air di sini tidak jalan. Untuk mencuci, mandi, dan memasak mau tidak mau harus beli satu tangki harganya Rp 70 ribu,” tutur salah seorang Warga Desa Liya Mawi, Arman, Senin (18/12).

Keluhan yang sama disampaikan warga desa Liya Togo, La Mimin. Ia mengaku, tiap sore harus menempuh jarak kurang lebih 1 kilo meter dari rumah ke lokasi air bersih untuk keperluan sehari-hari.

“Saya mandi dan mencuci jalan kaki ke lokasi mata air membawa jerigen air,” akunnya.

Dikonfirmasi, Direktur Tekhnik PDAM Kabupaten Wakatobi, Subardin Bau, mengaku masalah itu disebabkan kerusakan di salah satu bagian pompa utama penyedot air.

“Kendalanya di pompa utama laharnya rusak. Kemarin kita sudah koordinasi dengan teman-teman teknisinya kami di sana (Liya-red), itu coba dipesankan di Kendari,” kata Subardin, Selasa (19/12).

“Coba seandainya alatnya ada dijual disini, tidak akan berlarut-larut ini persoalan,” sambungnya.

“Ini kan butuh waktu juga ini karena harus dipesan di luar daerah. Tapi mudah-mudahan hari ini sudah diatasi semua agar arah Liya tidak terganggu,” tambahnya.

Kendati begitu, ia belum bisa pastikan kapan bisa kembali normal. Sebab, masih dalam proses pekerjaan selama beberapa hari kedepan.

“Teman-teman teknisi itu kan mulai bekerja sejak hari Jum’at minggu lalu,” terangnya. (rs)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker