Bombana

Warga Miskin Bombana Bakal Didata Ulang

BUTONPOS.COM, BOMBANA – Pemerintahan Tafdil-Johan kembali memastikan bahwa tahun 2018, warga miskin akan mendapatkan “rezeki nomplok” berupa pengalokasian anggaran khusus demi peningkatan taraf hidup.

Anggaran khusus yang dinamai program Gembira Bombana itu sudah diplot melalui APBD 2018 senilai 152 Miliar. Kini Pemkab tinggal menilik data jumlah penduduk yang benar-benar masuk kategori kurang mampu.

Wakil Bupati Bombana, Johan Salim menyatakan, Pemkab akan mendata ulang warga miskin tersebut. Proses pendataan untuk memastikan keakuratan antara data di atas meja, dengan fakta di lapangan.

“Kita harus verifikasi di lapangan. Dan verifikasi ini akan melibatkan banyak pihak. Tujuannya untuk kevalidan atau keakuratan data. Kenapa harus diverifikasi? Jangan sampai ada warga miskin yang belum terkafer. Atau bisa jadi, bukan warga miskin, tapi masuk dalam data kemiskinan itu,” terang Johan

Berdasarkan rilisan data BPS Kabupaten Bombana, jumlah warga miskin Bombana berkisar 16.561 Kepala Keluarga (KK) miskin atau sekitar 13 persen dari jumlah penduduk Kabupaten Bombana 184.275 jiwa. Kata Johan, data itu sebagai bahan pembanding untuk verifikasi faktual di lapangan nanti.

“Kita akan membentuk tim khusus untuk ini. Dengan melibatkan banyak pihak. Jadi bukan hanya kepala desa atau camat setempat, tapi banyak pihak. Tujuannya agar proses yang didata itu benar-benar valid untuk warga miskin. Bukan unsur kedekatan atau semacamnya,” ujar Johan

Seperti yang diberitakan sebelumnya, program Gembira Tafdil-Johan meliputi, bantuan listrik cuma-cuma, beasiswa pendidikan bagi mahasiswa yang orang tuanya tergolong kurang mampu. Jaminan kesehatan hingga asusransi kematian dan jaminan kecelakaan kerja.

Selanjutnya, bantuan rumah layak huni, pemberian modal usaha, bantuan layanan hukum hingga ganti rugi musibah bencana alam. Tidak cuma itu, terdapat pula bantuan Raskin gratis, pembangunan sarana dan prasarana hingga peningkatan hasil usaha atau produksi.

Di luar bantuan itu, Pemerintahan Tafdil-johan juga sudah menyiapkan anggaran khusus tiap tahun kepada pemerintah desa, kelurahan dan kecamatan. Anggaran yang bersumber dari APBD itu siap menopang program pengetasan kemiskinan di daerah.

Untuk desa dan kelurahan tiap tahun dialokasikan sebesar Rp 500 juta. Sementara kecamatan dikucurkan sebanyak Rp 1,5 miliar. Program itu disebut Gembira Desa, Gembira Kelurahan serta Gembira Kecamatan. (dar)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker