Hukum

Warga Miskin Divonis Bebas

BUTONPOS.COM, PASARWAJO – Asumsi bahwa hukum tajam kebawah tumpul keatas tidak sepenuhnya benar. Buktinya, seorang warga tidak mampu, Halwi Bin Sawedi divonis bebas oleh majelis hakim.

Pria 32 tahun asal Desa Karya Baru Kecamatan Poleang Utara Kabupaten Bombana ini didakwa menggunakan surat palsu berupa surat hibah tanah 2006 untuk pembuatan sertifikat. Perkara pidananya teregistrasi dengan nomor : 153/Pid.B/2017/PN.Psw.

Majelis hakim membebaskan Halwi dari dakwaan Jaksa Penuntut Umum Kejari Bombana oleh Pengadilan Negeri (PN) Pasarwajo, Kamis (14/12). Bebasnya Halwi tidak terlepas dari perjuangan biro bantuan hukum Imam dan Partner.

“Halwi Bin Sawedi adalah masyarakat yang tergolong tidak mampu, ini dibuktikan dengan Surat Keterangan Tidak Mampu Nomor : 474.2/140/117/KB/2017 dari Pemerintah Desa Karya Baru, Kecamatan Poleang Utara,” ungkap kuasa hukum terdakwa, Imam Ridho Angga Yuwono SH kepada wartawan, Kamis (14/12) malam.

Menurut Angga-sapaan karib Advokat muda ini, putusan majelis hakim itu membuktikan bahwa semua warga negara sama dihadapan hukum. “Perpsektif masyarakat terhadap hukum yang tumpul ke atas namun tajam ke bawah itu tidak selamanya benar,” ujar ANGGA yang saat ini menjabat Pimpinan DPC Perkumpulan Advokat Indonesia (Peradi) Kota Baubau ini.

Lantas, Angga merefleksi perjalanan kasus yang menimpa Halwi tersebut. Kala itu, keluarga terdakwa terlunta-lunta mendatangi kantor Imam & Partners meminta bantuan hukum terhadap Halwi.

“Meskipun dengan biaya operasional yang pas-pasan, kami tetap semangat karena kami melihat kebenaran pada diri terdakwa. Kadang kami harus berjejal-jejal dalam mobil dengan keluarga untuk berangkat sidang agar menghemat anggaran” kenangnya.

Dia menambahkan, pihaknya sudah siap meladeni upaya hukum yang akan dilakukan JPU atas putusan PN Pasarwajo tersebut.

“Kejaksaan Negeri Bombana melalui DANIAR RASYID SETYA WARDHANA SH selaku Jaksa Penuntut Umum pasti melakukan Kasasi, namun kami Penasihat Hukum sangat berharap Mahkamah Agung memperkuat putusan Pengadilan Negeri Pasarwajo,” harapnya.

Ditempat yang sama, kuasa hukum lainnya, Hajaruddin merasa terharu dengan perjuangan kliennya mencari keadilan. Dia menganggap putusan terhadap kliennya itu adalah bukti tegaknya keadilan.

“Perihal palsu atau tidak palsunya surat, terdakwa tidak mengetahuinya. Dan kami mampu membuktikan hal tersebut. Hal ini merupakan kebenaran yang dimiliki terdakwa,” tandas Hajaruddin. (exa)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker