Muna

Warga Napano Kusambi Kesal dan Segel Ruang Ketua DPRD Mubar, Ini Sebabnya

PUBLIKSATU.COM, MUBAR – Ratusan warga Kecamatan Napano Kusambi, Kabupaten Muna Barat (Mubar) menggelar aksi demonstrasi, di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mubar. Warga menolak PT. Sele Raya Agry, untuk berinvestasi perkebunan jati nuklir di wilayah mereka.

Warga merasa akan dirugikan atas hadirnya perusahaan itu, karena akan menguasai puluhan hektar lahan yang telah diolah oleh masyarakat untuk dijadikan perkebunan jati. PT. Sele Raya Agry, masuk atas restu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mubar.

Sayangnya, para pendemo tidak ada yang mereka ketemui satu orang pun anggota dewan. Semua pintu ruangan, baik itu unsur ketua maupun ruangan komisi tertutup rapat. Tidak ada anggota legislatif yang hadir saat warga menggelar demo.

Buntutnya, warga merasa geram dengan sikap para wakil-wakil rakyat itu. Bahkan sempat terjadi gesekan antara pihak keamanan dengan para pendemo, saat mereka memaksakan sweeping di ruang-ruang anggota.

Tak mau dihalangi, warga yang menuntut hak terus memaksa dan menjebol blokade kepolisian. Setelah sweeping di tiap ruangan, mereka langsung menyegel ruang ketua DPRD Mubar. Tidak hanya sampai di situ, saat massa aksi hendak balik, mereka juga mencabut papan nama kantor DPRD Mubar. Kemudian papan nama itu diangkut dengan mobil open cup.

“Sikap yang kami tunjukan saat demo ini dengan menyegel dan mencabut papan nama DPRD, buntut dari kekecewaan warga terhadap anggota dewan yang tidak hadir menemui kami saat menyuarakan aspirasi,” ungkap kordinator lapangan (Korlap) aksi, La Ode Nuruhi.

DPRD yang merupakan perpanjangan tangan rakyat harusnya peka dengan kondisi masyarakat. Jangan hanya pada saat rakyat dibutuhkan mereka ada. “Jangan nanti ada kepentingan politik baru mereka ditemui. Saat rakyat membutuhkan mereka, justru menghindar dan pura-pura tuli serta buta,” kesalnya.

Awalnya para pendemo akan menggelar aksi damai dengan sasaran DPRD dan sekretariat daerah. Hanya saat tiba di gedung DPRD, tidak ada yang temui mereka, sehingga berubah sedikit anarkis.

“Demo kami ini sebenarnya aksi damai, ingin menyampaikan keluhan. Tetapi saya lihat mereka sudah tidak peduli lagi dengan keadaan rakyat yang merasa terintimidasi, sehingga meluapkan kekecewaan dengan menyegel ruangan ketua dan mencabut papan nama,” katanya.

Nuruhi menjelaskan, warga Napano Kusambi menolak keras PT. Sele Raya Agry, untuk berinvestasi jati nuklir. Apalagi lahan yang menjadi sumber kehidupan masyarakat selama ini akan diklaim sebagai daerah kawasan perkebunan jati nuklir.

“Kalau itu terjadi, maka akses untuk berkebun bagi masyarakat setempat akan terbatasi. Lahan yang menjadi tempat mencari hidup selama ini akan dijadikan kawasan industri perusahaan. Makanya masyarakat tolak,” tegasnya.

Ia sangat menyangkan sikap anggota DPRD Mubar yang tidak mau mendengarkan keluhan masyarakat. Padahal duduk sebagai anggota dewan, karena suara masyarakat. “Kami masyarakat kecil sangat kecewa dengan anggota dewan Mubar. Mereka sudah tidak melihat lagi kepentingan rakyat. Yang ada hanya kepentingan pribadi dan golongan,” ketusnya.

Aksi penolakan warga Kecamatan Napano Kusambi ini sudah dari jauh hari. Kantor Camat Napano Kusambi juga mereka segel. “Warga juga sudah segel ruangan kantor camat. Ini semua bentuk protes dan penolakan masyarakat atas hadirnya PT. Sele Raya Agry,” tutup Nuruhi. (p5)

Topik
Lagi

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker