Buton

Wujudkan Desa Mandiri, Pemkab Buton Gelar Forum BID

BUTONPOS.COM, PASARWAJO – Demi mewujudkan kemandirian desa yang berdaya saing, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton menggelar forum Bursa Inovasi Desa (BID) di Gedung Wakaka Pasarwajo, Rabu (27/12). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Peserta BID yang dibuka Plt Bupati Buton La Bakry itu terdiri dari para Kepala Desa (Kades), Ketua BPD, LPM, tim pelaksana inovasi desa tingkat kecamatan, tim inovasi kabupaten, serta unsur stake holder terkait. Totalnya lebih kurang 400 orang peserta.

La Bakry dalam sambutannya mengatakan, BID merupakan program yang digelorakan seluruh desa di Indonesia. Sebab, 60 persen potensi nasional berada di desa sehingga harus ditindak lanjuti sesuai ciri khas dan potensi masing-masing desa dengan menggunakan kebijakan Presiden RI Joko Widodo melalui Dana Desa (DD).

Pada kesempatan itu, La Bakry meminta pemerintah desa jangan pernah berhenti berinovasi. DD harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kepentingan pembangunan dan peningkatan ekonomi masyarakat desa.

“Kalau kita hanya diam, tidak ada terobosan yang bisa kita lakukan. Jadi kepala desa dan perangkatnya, BPD jangan berhenti berinovasi,” pinta La Bakry.

Selain itu, dia juga mengimbau agar pengelolaan DD dilakukan secara transparan dengan mempedomani aturan dan perundangan agar tidak menimbulkan kecurigaan di tengah-tengah masyarakat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Buton, Alimani, sebelumnya mengatakan, melalui BID, setiap desa harus mampu bersaing dan memiliki kompetensi untuk maju dengan memanfaatkan potensi yang ada menjadi berbagai bentuk program kegiatan yang realistis.

BID, lanjutnya, dilaksanakan untuk masyarakat dalam rangka meningkatkan kemandirian desa. Ini merupakan salah satu cara untuk menjembatani kebutuhan pemerintah desa akan solusi bagi penyelesaian masalah pembangunan desa melalui DD yang lebih efeltif dan inovatif.

Sebagaimana diketahui, tambahnya, sudah lebih kurang tiga tahun berjalan pemerintah pusat selalu menggelontorkan DD. Hal ini diharapkan dapat memberi efek positif terhadap pembangunan dan ke depannya semakin lebih peka terhadap kebutuhan masyarakat desa. (man)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker